Terbaru

Sunday, January 28, 2024

January 28, 2024

Pelaksanaan KTT ASEAN dari Waktu Kewaktu

Berikut adalah beberapa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang telah dilaksanakan dari masa ke masa:

1. KTT Ke-1: 23‒25 Februari 1976

-       Tuan rumah: Indonesia (Bali)

-       Pemimpin: Soeharto

2. KTT Ke-2: 4‒5 Agustus 1977

-       Tuan rumah: Malaysia (Kuala Lumpur)

-       Pemimpin: Hussein Onn

Baca Juga : Materi Organisasi ASEAN

3. KTT Ke-3: 14‒15 Desember 1987

   - Tuan rumah: Filipina (Manila)

   - Pemimpin: Corazon Aquino

4. KTT Ke-4: 27‒29 Januari 1992

   - Tuan rumah: Singapura (Singapura)

   - Pemimpin: Goh Chok Tong

5. KTT Ke-5: 14‒15 Desember 1995

   - Tuan rumah: Thailand (Bangkok)

   - Pemimpin: Banharn Silpa-archa

6. KTT Ke-6: 15‒16 Desember 1998

   - Tuan rumah: Vietnam (Hanoi)

   - Pemimpin: Phan Văn Khải

7. KTT Ke-7: 5‒6 November 2001

   - Tuan rumah: Brunei (Bandar Seri Begawan)

   - Pemimpin: Hassanah Bolkiah

8. KTT Ke-8: 4‒5 November 2002

-       Tuan rumah: Kamboja (Phnom Penh)

-       Pemimpin: Hun Sen

9. KTT Ke-9: 7‒8 Oktober 2003

-       Tuan rumah: Indonesia (Bali)

-       Pemimpin: Megawati Soekarno Putri

10. KTT Ke-10: 29‒30 November 2004

-       Tuan rumah: Laos (Vientiane)

-       Pemimpin: Bounnhang Vorachith

11. KTT Ke-11: 12‒14 Desember 2005

-       Tuan rumah: Malaysia (Kuala Lumpur)

-       Pemimpin: Abdullah Ahmad Badawi

12. KTT Ke-12: 11‒14 Januari 2007

-       Tuan rumah: Filipina (Cebu)

-       Pemimpin: Gloria Macapagal Arroyo

13. KTT Ke-13: 18‒22 November 2007

-       Tuan rumah: Singapura (Singapura)

-       Pemimpin: Lee Hsien Loong

14. KTT Ke-14: 27 Februari-1 Maret 2009

-       Tuan rumah: Thailand (Cha Am, Hua Hin)

-       Pemimpin: Abhisit Vejjajiva

15. KTT Ke-15: 23–25 Oktober 2009

-       Tuan rumah: Thailand (Cha Am, Hua Hin)

16. KTT Ke-16: 8-9 April 2010

-       Tuan rumah: Vietnam (Hanoi)

-       Pemimpin: Nguyễn Tấn Dũng

17. KTT Ke-17: 28-31 Oktober 2010

18. KTT Ke-18: 7-8 Mei 2011

-       Tuan rumah: Indonesia (Jakarta)

-       Pemimpin: Susilo Bambang Yudhoyono

19. KTT Ke-19: 14-19 November 2011

-       Tuan rumah: Indonesia (Bali)

20. KTT Ke-20: 3-4 April 2012

-       Tuan rumah: Kamboja (Phnom Penh)

-       Pemimpin: Hun Sen

21. KTT Ke-21: 17-20 November 2012

22. KTT Ke-22: 24-25 April 2013

-       Tuan rumah: Brunei (Bandar Seri Begawan)

-       Pemimpin: Hassanal Bolkiah

23. KTT Ke-23: 9-10 Oktober 2013

24. KTT Ke-24: 10–11 Mei 2014

-       Tuan rumah: Myanmar (Naypyidaw)

-       Pemimpin: Thein Sein

25. KTT Ke-25: 9–14 November 2014

26. KTT Ke-26: 26–27 April 2015

-       Tuan rumah: Malaysia (Kuala Lumpur/Langkawi)

-       Pemimpin: Najib Razak

27. KTT Ke-27: 18–22 November 2015

-       Tuan rumah: Malaysia (Kuala Lumpur)

28. KTT Ke-28: 6–8 September 2016

-       Tuan rumah: Laos (Vientiane)

-       Pemimpin: Thongloun Sisoulith

29. KTT Ke-29: 28–29 April 2017

    - Tuan rumah: Filipina (Pasay)

    - Pemimpin: Rodrigo Duterte

30. KTT Ke-30: 13–14 November 2017

31. KTT Ke-31: 27-28 April 2018

    - Tuan rumah: Singapura (Singapura)

    - Pemimpin: Lee Hsien Loong

32. KTT Ke-32: 11-15 November 2018

33. KTT Ke-33: 20-23 Juni 2019

    - Tuan rumah: Thailand (Bangkok)

    - Pemimpin: Prayut Chan-o-cha

34. KTT Ke-34: 31 Oktober-4 November 2019

35. KTT Ke-35: 26 Juni 2020

    - Tuan rumah: Vietnam (Hanoi)

    - Pemimpin: Nguyễn Xuân Phúc

36. KTT Ke-36: 11-15 November 2020

37. KTT Ke-37: 26–28 Oktober 2021

    - Tuan rumah: Brunei (Bandar Seri Begawan)

    - Pemimpin: Hassanal Bolkiah

38. KTT Ke-38: 26–28 Oktober 2021

39. KTT Ke-39: 10–13 November 2022

   - Tuan rumah: Kamboja (Phnom Penh)

   - Pemimpin: Hun Sen

40. KTT Ke-40: 9–11 Mei 2023

   - Tuan rumah: Indonesia (Labuan Bajo)

   - Pemimpin: Joko Widodo

41. KTT Ke-41: 5-7 September 2023

   - Tuan rumah: Indonesia (Jakarta)

42. KTT Ke-42: TBA

   - Tuan rumah: Laos

   - *Note: TBA (To Be Announced) artinya belum diumumkan.*

43. KTT Ke-43: TBA

   - Tuan rumah: Laos

44. KTT Ke-44: TBA

   - Tuan rumah: TBA

45. KTT Ke-45: TBA

   - Tuan rumah: TBA

Baca Juga : Materi Organisasi PBB

*Catatan Tambahan:*

- KTT ASEAN yang ke-14 dilaksanakan dalam dua bagian. Bagian pertama ditunda akibat krisis politik Thailand pada tahun 2008, dan bagian kedua pada Maret dibatalkan akibat aksi unjuk rasa di lokasi pertemuan.

- Pada KTT ASEAN yang ke-26 dan ke-37, serta yang ke-38, dilaksanakan secara daring sebagai respons terhadap Pandemi COVID-19. Tuan rumah tetap menjadi lokasi kedudukan Ketua ASEAN dan pemimpin KTT.

- Pada KTT ASEAN yang ke-36, Myanmar tidak hadir karena ASEAN meminta 'perwakilan non-politik' sebagai 'sanksi' atas Kudeta Myanmar 2021, dan junta militer memilih untuk tidak hadir.

January 28, 2024

Hak Veto Anggota PBB

Materi tentang Hak Veto Anggota PBB

I. Pengertian Hak Veto

-       Definisi: Hak veto adalah keistimewaan yang dimiliki oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Tiongkok, Prancis, Rusia, Britania Raya, dan Amerika Serikat) untuk mencegah adopsi resolusi apapun yang diusulkan, bahkan jika resolusi tersebut mendapatkan dukungan mayoritas negara anggota lainnya.

II. Asal Mula Hak Veto

-       Dewan Keamanan: Hak veto diperkenalkan sebagai bagian dari struktur Dewan Keamanan PBB, yang bertujuan menjaga perdamaian dan keamanan internasional setelah Perang Dunia II.

-       Sistem Lima Anggota Tetap: Hak veto diberikan kepada lima anggota tetap Dewan Keamanan sebagai bentuk pengakuan atas peran dan kepentingan besar mereka dalam dunia pasca-Perang Dunia II.

Baca Juga : Materi Organisasi ASEAN

III. Mekanisme Hak Veto

-       Keputusan Bersama: Untuk resolusi apapun, setiap dari lima anggota tetap yang menggunakan hak vetonya dapat menghentikan resolusi tersebut, bahkan jika resolusi itu mendapatkan dukungan suara mayoritas.

-       Tidak Ada Penjelasan Secara Resmi: Meskipun hak veto dapat digunakan tanpa memberikan penjelasan resmi, sering kali anggota Dewan Keamanan memberikan pernyataan atau penjelasan tentang alasan penggunaan hak veto mereka.

IV. Kritik terhadap Hak Veto

-       Ketidakadilan: Kritik utama terhadap hak veto adalah bahwa hal itu dianggap tidak adil karena memberikan kekuasaan yang tidak seimbang kepada lima anggota tetap, yang mungkin tidak selalu mencerminkan kepentingan global.

-       Hambatan bagi Tindakan Efektif: Hak veto dapat menghambat kemampuan PBB untuk mengambil tindakan efektif dalam menanggapi krisis global, terutama jika ada perbedaan pandangan antara anggota tetap.

-       Penyalahgunaan Kekuasaan: Ada keprihatinan tentang potensi penyalahgunaan hak veto untuk melindungi kepentingan nasional daripada mempertimbangkan kepentingan dunia.

V. Keuntungan Hak Veto

-       Mencegah Dominasi Mayoritas: Hak veto dimaksudkan untuk mencegah dominasi mayoritas yang mungkin merugikan kepentingan minoritas atau negara-negara kecil.

-       Mendorong Kompromi dan Diplomasi: Dengan keberadaan hak veto, negara-negara lebih mungkin untuk mencapai kesepakatan melalui diplomasi dan kompromi, karena keputusan yang diambil harus mempertimbangkan kepentingan semua anggota tetap.

Baca Juga : Materi Organisasi PBB

VI. Reformasi Dewan Keamanan dan Hak Veto

-       Tuntutan untuk Reformasi: Ada tuntutan untuk mereformasi Dewan Keamanan PBB, termasuk pertanyaan tentang hak veto. Beberapa pihak berargumen untuk memberikan hak veto kepada lebih banyak negara atau bahkan menghapusnya.

-       Kesulitan Reformasi: Meskipun ada kesepakatan tentang perlunya reformasi, mengubah struktur Dewan Keamanan dan hak veto melibatkan kompleksitas politik dan diplomasi yang tinggi.

VII. Kesimpulan

Hak veto adalah aspek kontroversial dalam struktur PBB yang mencerminkan dinamika politik pasca-Perang Dunia II. Meskipun memiliki keuntungan dalam mencegah dominasi mayoritas, hak veto juga mendapat kritik karena dianggap tidak adil. Upaya reformasi terus diupayakan untuk mencapai struktur Dewan Keamanan yang lebih representatif dan responsif terhadap dinamika geopolitik saat ini.

January 28, 2024

Lembaga-lembaga khusus yang beroperasi di bawah payung PBB

Lembaga-lembaga khusus yang beroperasi di bawah payung PBB disebut sebagai Program dan Dana PBB

Lembaga-lembaga khusus yang beroperasi di bawah payung PBB disebut sebagai Program dan Dana PBB. Ini adalah entitas independen yang bekerja secara terpisah tetapi berkoordinasi dengan PBB untuk mencapai tujuan dan tugas tertentu. Berikut beberapa di antaranya:

1.    UNICEF (Dana Anak PBB - United Nations Children's Fund)

Fokus pada kesejahteraan anak-anak dan ibu, menyediakan bantuan kemanusiaan, pendidikan, dan perawatan kesehatan anak-anak.

2.    UNDP (Program Pembangunan PBB - United Nations Development Programme)

Memajukan pembangunan berkelanjutan, memberikan dukungan teknis dan kebijakan untuk memperkuat kapasitas pembangunan di negara-negara berkembang.

3.    UNHCR (Komisariat Tinggi PBB untuk Pengungsi - United Nations High Commissioner for Refugees)

Bertanggung jawab untuk melindungi dan membantu pengungsi di seluruh dunia.

4.    WHO (Organisasi Kesehatan Dunia - World Health Organization)

Memimpin upaya global untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mengendalikan penyakit menular dan tidak menular, dan meningkatkan akses ke layanan kesehatan.

5.    WFP (Program Pangan Dunia - World Food Programme)

Menyediakan bantuan pangan darurat dan bekerja untuk memerangi kelaparan dan kekurangan gizi di seluruh dunia.

6.    UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)

Bertanggung jawab untuk mempromosikan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di seluruh dunia.

7.    UNEP (Program Lingkungan PBB - United Nations Environment Programme)

Memajukan perlindungan dan pemulihan lingkungan, serta mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

8.    ILO (Organisasi Buruh Internasional - International Labour Organization)

Mempromosikan standar buruh yang adil dan kondisi kerja yang manusiawi di seluruh dunia.

9.    ITU (Uni Telekomunikasi Internasional - International Telecommunication Union)

Bertanggung jawab atas pengembangan dan koordinasi teknologi telekomunikasi global.

10. IMO (Organisasi Maritim Internasional - International Maritime Organization)

Memajukan keamanan dan perlindungan lingkungan di sektor perkapalan internasional.

Lembaga-lembaga ini beroperasi dengan mandat khusus untuk mengatasi masalah tertentu di tingkat global dan berkontribusi pada upaya PBB dalam mencapai tujuan-tujuannya.

January 28, 2024

Materi Organisasi PBB

Materi Organisasi PBB

I. Pendahuluan

-       Definisi PBB: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan pada 24 Oktober 1945 setelah Perang Dunia II untuk mempromosikan kerja sama internasional, menjaga perdamaian dan keamanan dunia, serta mengatasi masalah-masalah global.

II. Sejarah PBB

-       Asal Usul: PBB muncul sebagai respons terhadap kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dan horor Perang Dunia II. Dideklarasikan dalam Piagam PBB pada Konferensi San Francisco pada 1945.

-       Tujuan Awal: Menjaga perdamaian dunia, mencegah konflik bersenjata, dan menyediakan forum untuk negosiasi diplomatik.

Baca Juga : Materi Organisasi ASEAN

III. Prinsip-prinsip Dasar PBB

-       Kedaulatan Negara: PBB menghormati kedaulatan masing-masing negara anggota, namun juga menekankan tanggung jawab untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional.

-       Hak Asasi Manusia: PBB mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia sebagai prinsip dasar, termasuk Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

-       Keadilan dan Kesetaraan: Semua negara dianggap setara dalam PBB, tanpa memandang ukuran atau kekuatan ekonomi dan militer.

-       Hukum Internasional: PBB mempromosikan dan menjaga hukum internasional sebagai landasan untuk hubungan antarnegara.

IV. Struktur PBB

-       Majelis Umum (General Assembly): Forum di mana semua negara anggota memiliki perwakilan dan dapat membahas isu-isu global.

-       Dewan Keamanan (Security Council): Bertanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, dengan lima anggota tetap dan sepuluh anggota tidak tetap.

-       Sekretariat: Dipimpin oleh Sekretaris Jenderal, bertugas mengkoordinasikan pekerjaan organisasi sehari-hari dan melaksanakan keputusan PBB.

-       Badan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC): Menangani isu-isu ekonomi, sosial, dan pembangunan, serta bekerja sama dengan organisasi internasional dan badan khusus.

-       Mahkamah Internasional (International Court of Justice): Bertugas menyelesaikan sengketa antarnegara berdasarkan hukum internasional.

-       Program Pembangunan PBB (UNDP), Dana Anak PBB (UNICEF), dll.: Lembaga-lembaga khusus yang beroperasi di bawah payung PBB untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Baca Juga : Lembaga Lembaga Khusus di PBB

V. Fungsi PBB dalam Dunia Internasional

-       Mempromosikan Perdamaian dan Keamanan: PBB bertindak sebagai mediator dalam konflik, mengirim pasukan penjaga perdamaian, dan menjalankan operasi keamanan.

-       Pembangunan Berkelanjutan: Melalui lembaga-lembaga khususnya, PBB berupaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan mengurangi kemiskinan.

-       Penanganan Kemanusiaan: PBB terlibat dalam misi-misi kemanusiaan untuk memberikan bantuan darurat dan melindungi korban konflik dan bencana alam.

-       Penanggulangan Penyakit Global: WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), yang merupakan bagian dari PBB, memainkan peran kunci dalam menanggulangi wabah penyakit.

VI. Tantangan dan Kritik

-       Ketidakseimbangan Kekuatan di Dewan Keamanan: Struktur Dewan Keamanan dianggap kurang mencerminkan realitas kekuatan dunia saat ini.

-       Keterbatasan Aksi Militer: PBB sering kali dihadapkan pada kendala dalam mengambil tindakan militer karena perbedaan pendapat di antara anggota Dewan Keamanan.

-       Keterbatasan Keuangan: Organisasi ini terkadang menghadapi keterbatasan keuangan dan ketergantungan pada sumbangan dari negara-negara anggota.

Baca Juga : Pengertian Hak Veto PBB

VII. Kesimpulan

PBB tetap menjadi pemain sentral dalam hubungan internasional, berusaha untuk menciptakan dunia yang lebih damai, adil, dan berkelanjutan. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, PBB memiliki peran yang signifikan dalam menanggapi isu-isu global dan mengkoordinasikan upaya internasional untuk mencapai tujuan-tujuan masyarakat dunia.

January 28, 2024

Materi Organisasi ASEAN

Materi Organisasi ASEAN

I. Pendahuluan

-       Definisi ASEAN: ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah sebuah organisasi regional yang terdiri dari sepuluh negara di Asia Tenggara. Didirikan pada 8 Agustus 1967 dengan tujuan untuk meningkatkan kerja sama politik dan ekonomi antara negara-negara anggota.

II. Sejarah ASEAN

-       Asal Usul: ASEAN lahir sebagai tanggapan terhadap perubahan geopolitik dan geoeconomik di kawasan pasca Perang Dunia II dan Perang Dingin.

-       Pembentukan: ASEAN didirikan di Bangkok, Thailand, oleh lima negara pendiri: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

-       Perkembangan: Laos, Myanmar, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Vietnam kemudian bergabung sebagai anggota penuh, mengubah ASEAN menjadi organisasi sepuluh negara pada 1999.

III. Tujuan ASEAN

-       Menciptakan Perdamaian dan Stabilitas: Salah satu tujuan utama ASEAN adalah mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

-       Kerja Sama Ekonomi: ASEAN bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di antara anggotanya, termasuk pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

-       Pengembangan Sosial dan Kesejahteraan: Organisasi ini juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi warganya melalui berbagai program dan kebijakan.

IV. Struktur Organisasi ASEAN

-       Konferensi Tingkat Tinggi (KTT): KTT adalah forum tertinggi di ASEAN, di mana pemimpin negara-negara anggota bertemu untuk membahas isu-isu kunci dan mengambil keputusan strategis.

Baca Juga : Pelaksanaan KTT ASEAN dari Waktu Kewaktu

-       ASEAN Secretariat: Berbasis di Jakarta, Indonesia, ASEAN Secretariat bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pertemuan dan memfasilitasi implementasi keputusan yang diambil oleh anggota ASEAN.

-       ASEAN Coordinating Council (ACC): ACC berfungsi untuk mengawasi dan mengoordinasikan pelaksanaan keputusan yang diambil oleh KTT ASEAN.

-       ASEAN Community: Terdiri dari tiga pilar: Komunitas Politik dan Keamanan, Komunitas Ekonomi, dan Komunitas Sosial-Budaya, yang bertujuan untuk menciptakan integrasi lebih lanjut di berbagai bidang.

V. Peran ASEAN dalam Kawasan Asia Tenggara

-       Pemeliharaan Perdamaian dan Keamanan: Melalui dialog dan diplomasi, ASEAN telah memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan, termasuk penyelesaian konflik.

-       Pembangunan Ekonomi: ASEAN telah membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui integrasi ekonomi regional dan peliberalan perdagangan.

-       Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim: Organisasi ini juga aktif dalam upaya penanggulangan bencana alam dan mitigasi perubahan iklim.

-       Kerja Sama Regional dan Internasional: ASEAN berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara di luar kawasan dan memainkan peran dalam isu-isu global seperti perdagangan, keamanan, dan lingkungan.

VI. Tantangan dan Prospek

-       Tantangan: ASEAN dihadapkan pada tantangan seperti perbedaan politik, ekonomi, dan sosial di antara anggotanya, serta isu-isu seperti sengketa wilayah dan keamanan regional.

-       Prospek: Meskipun tantangan, ASEAN memiliki potensi untuk terus menjadi kekuatan penting dalam geopolitik dan ekonomi global, dengan upaya untuk meningkatkan integrasi dan kerja sama di antara negara-negara anggotanya.

Baca Juga : Materi Organisasi PBB

VII. Kesimpulan

ASEAN, sebagai organisasi regional, telah memainkan peran kunci dalam mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kemajuan di Asia Tenggara. Melalui kerja sama ekonomi, politik, dan sosial, ASEAN terus berusaha mencapai tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan posisi strategis di tingkat global.

Saturday, January 27, 2024

January 27, 2024

Soal Evaluasi SKU Bantara Poin 20 Dapat Menjelaskan Perkembangan Fisik Laki-laki dan Perempuan

Soal Pilihan Ganda - Perkembangan Fisik Laki-Laki dan Perempuan serta Perkembangan Emosional Laki-Laki dan Perempuan

Dapatkan Piagam Setelah mengerjakan soal dibawah ini, Link ada dibawah

1. Pertumbuhan fisik yang pesat pada masa pubertas umumnya dimulai pada usia berapa?

A.   8-10 tahun

B.   12-16 tahun

C.   18-20 tahun

D.   6-8 tahun

E.   20-24 tahun

   Jawaban: 

2. Apa yang menjadi salah satu karakteristik perkembangan fisik laki-laki selama pubertas?

A.   Pertumbuhan payudara

B.   Peningkatan suara

C.   Berkurangnya tinggi badan

D.   Menurunnya produksi testosteron

E.   Berkurangnya massa otot

   Jawaban: 

3. Apa yang menjadi salah satu ciri perkembangan fisik perempuan selama pubertas?

A.   Pertumbuhan janggut

B.   Penurunan produksi estrogen

C.   Pertumbuhan rambut di dada

D.   Peningkatan tinggi badan

E.   Berkurangnya massa lemak tubuh

   Jawaban: 

4. Apa yang dapat menjadi efek dari peningkatan produksi hormon seks pada laki-laki selama pubertas?

A.   Penurunan produksi testosteron

B.   Pertumbuhan rambut di wajah

C.   Berkurangnya produksi keringat

D.   Berkurangnya ukuran jantung

E.   Penurunan tinggi badan

   Jawaban: 

5. Apa yang menjadi salah satu tanda pubertas pada perempuan?

A.   Peningkatan suara

B.   Pertumbuhan testis

C.   Menarche

D.   Peningkatan produksi testosteron

E.   Berkurangnya massa otot

   Jawaban: 

6. Apa yang dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon pada laki-laki selama masa pubertas?

A.   Penurunan sensitivitas emosional

B.   Peningkatan sensitivitas terhadap perasaan

C.   Berkurangnya minat terhadap teman sebaya

D.   Peningkatan agresivitas

E.   Berkurangnya ketertarikan romantis

   Jawaban: 

7. Apa yang menjadi fokus utama perempuan selama masa remaja dalam mencari identitas mereka?

A.   Ambisi karir

B.   Pengembangan hubungan romantis

C.   Hubungan dengan teman sebaya

D.   Pencarian nilai-nilai kehidupan

E.   Pertumbuhan fisik

   Jawaban: 

8. Apa yang cenderung menjadi perhatian perempuan dalam hubungan sosial?

A.   Membangun hubungan yang mendalam

B.   Menjaga kebebasan pribadi

C.   Menghindari interaksi sosial

D.   Menjauhi konflik

E.   Menurunkan tanggung jawab

   Jawaban: 

9. Apa yang mungkin menjadi sumber stres bagi laki-laki selama masa remaja?

A.   Pencarian identitas

B.   Ambisi karir

C.   Hubungan dengan teman sebaya

D.   Pencarian nilai-nilai kehidupan

E.   Pertumbuhan fisik

   Jawaban: 

10. Apa yang dapat menjadi hasil dari pengembangan keterampilan komunikasi yang baik pada remaja perempuan?

A.   Peningkatan isolasi sosial

B.   Penurunan pemahaman emosi orang lain

C.   Penurunan keintiman dalam hubungan

D.   Peningkatan pemahaman emosi orang lain

E.   Berkurangnya rasa empati

   Jawaban: 

Kerjakan : Soal Evaluasi SKU Bantara Poin 20 dan dapatkan Piagam

Silahkan tunggu dalam 60 detik.

Link Evaluasi Akan Tersedia Dibawah Ini