Terbaru

Sunday, January 7, 2024

SKU Penggalang Ramu : 24.Dapat menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebar

Rangkuman Materi Pengertian dan Sejarah Kompas

Pengertian Kompas

Kompas adalah alat bantu navigasi yang menggunakan medan magnet bumi untuk menunjukkan arah mata angin. Terdapat empat arah mata angin utama Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Dengan melihat jarum pada kompas, kita dapat menentukan delapan arah mata angin secara lengkap. Kompas sangat berguna dalam navigasi maritim dan juga sering digunakan oleh pecinta alam dan militer sebagai perlengkapan dasar.

Sejarah Penemuan Kompas

Sejarah kompas bermula sekitar 2.000 tahun yang lalu, di mana ilmuwan Cina menemukan bahwa menggosok batang besi dengan magnet alami akan menciptakan magnet sementara. Jarum pada kompas awalnya ditempatkan pada sepotong kayu atau gabus yang mengapung di air dan akan mengarah ke utara magnetis saat jarum mengendap. Seiring perkembangan ilmuwan dan insinyur, jarum kompas dipasang di tengah kartu yang menunjukkan arah mata angin utama. Desain ini kemudian berevolusi menjadi fleur-de-lis, dan seluruh 32 titik arah akhirnya ditambahkan ke kartu kompas. Ilmuwan Cina diduga menjadi peradaban pertama yang mengembangkan kompas magnetik untuk navigasi pada abad ke-11 atau ke-12, diikuti oleh Eropa Barat pada akhir abad ke-12. Kompas digunakan sebagai cadangan ketika bintang atau landmark tidak dapat dilihat.

Jenis-Jenis Kompas Analog dan Digital

Tipe Analog

1. Kompas Biasa atau Analog

-       Jenis paling umum di pasaran.

-       Harganya relatif murah.

-       Terdiri dari jarum magnet yang direndam dalam suatu cairan.

-       Tingkat akurasinya tergolong rendah.

2. Bidik atau Prisma

-       Mempermudah menghitung sudut sasaran bidik langsung.

-       Terbuat dari bahan logam sehingga cukup berat.

3. Silva

-       Berfungsi untuk orientasi lapangan.

-       Dapat digunakan sebagai pengganti busur derajat untuk mengukur besar sudut peta.

Tipe Digital

1. Kompas Di Smartphone

-       Terintegrasi dalam smartphone sebagai aplikasi kompas digital.

-       Penggunaannya mudah, tetapi memerlukan daya baterai.

 

2. Kompas GPS (Satelit)

-       Terhubung langsung dengan sistem satelit.

-       Global Positioning System (GPS) dapat menentukan letak objek secara akurat di permukaan bumi.

-       Default sudah terinstall di smartphone dengan dukungan penyelarasan sinyal satelit.

Cara Kerja Kompas

Cara kerja kompas sangat sederhana, melibatkan gaya tarik-menarik antara magnet pada jarum kompas dan kutub magnet bumi. Berikut adalah langkah-langkah cara kerja kompas

1. Jarum Kompas

-       Jarum kompas terbuat dari magnet dengan kutub utara dan selatan.

-       Jarum magnet selalu akan mengarah ke utara magnetis dan selatan magnetis.

2. Gaya Tarik Magnet Bumi

-       Adanya gaya tarik-menarik antara magnet pada jarum kompas dengan kutub magnet bumi.

-       Mengakibatkan jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara dan selatan magnetis bumi.

Simbol dan Derajat Arah Mata Angin


Arah Mata Angin Primer dan Sekunder

- Mata angin primer Timur, Selatan, Barat, dan Utara.

- Mata angin sekunder Timur Laut, Tenggara, Barat Daya, dan Barat Laut.

Cara Menggunakan Kompas Bidik

 

1.    Letakkan kompas di atas permukaan datar dan stabil. Pastikan jarum kompas tidak bergerak dan menunjukkan arah utara magnet.

2.    Bidik sasaran melalui visir menggunakan celah pada kaca pembesar. Miringkan kaca pembesar hingga memiliki sudut sekitar 50o dengan kaca dial.

3.    Fungsi Kaca Pembesar

-       Membidik ke arah visir dan sasaran.

-       Melihat derajat kompas pada dial.

4.    Jika visir kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan garis pada tutup dial ke arah visir searah dengan sasaran bidik.

5.    Jika ingin membidik sasaran pada 30o, bidiklah ke arah tersebut. Tentukan titik sasaran sepanjang arah 30o sebelum menuju sasaran.

6.    Cari benda atau pusat sasaran yang menonjol/tinggi di antara benda lain di sekitarnya, karena rute ke 30o tidak selalu datar atau kering.

7.    Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, tentukan Sasaran Balik (Back Azimuth atau Back Reading) agar dapat kembali ke pusat jika tersesat. Rumus Back Azimuth

-       Jika sasaran kurang dari 180o, tambah 180o (Contoh 30o + 180o = 210o)

-       Jika sasaran lebih dari 180o, kurangi 180o (Contoh 240o – 180o = 60o)

No comments:

Post a Comment